Ini adalah film yang sangat saya tunggu-tunggu penayangannya. Mengapa demikian? Ya.. karena saya sangat penasaran melihat kembali hasil karya dari Joko Anwar. Saya mulai kesem-sem dengan hasil karya Joko Anwar setelah melihat karya apiknya KALA. Film favorit saya sebelumnya. Walaupun film-film Joko Anwar bukan film yang laris atau selalu penuh penonotonnya. Tapi film Joko Anwar yang Pintu Terlarang salah satunya, adalah film mahal yang hanya disukai oleh penikmat film yang benar-benar mengerti arti sebuah film. Dan tentunya hanya penikmat film kelas atas yang bisa menilai film bagus seperti Pintu Terlarang ini. Karena jangankan menilai, untuk mengerti jalan ceritanya saja sulit bagi penikmat film setan atau komedi sensual yang banyak tayang di bioskop-bioskop negeri ini.Sekarang simak deh ceritanya…
Cerita berawal Talyda (Marsya Timothy) pacar dari Gambir (Fachri Albar) yang hamil kemudian menggugurkan kandungannya. Janin tersebut dibawa pulang dan dimasukan ke dalam perut patung wanita hamil buatan Gambir. Kejadian itu terus menerus hingga mereka menikah dan Gambir tidak kuat lagi. Ibunya menyangka Gambir impoten karena Talyda tidak kunjung hamil, padahal sebenarnya Talyda selalu menggugurkan kandungannya karena memang dia tidak ingin mempunyai anak. Suatu pagi Gambir mendapati banyak pesan “Tolong Saya” dari seorang anak kecil laki-laki. Dia mencari tau siapa anak laki-laki yang meminta tolong kepadanya. Dan pada kenyataannya dia menemukan sebuah tempat HEROSASE yang memungkinkan membernya bisa menonton acara TV ilegal yang sadis, acara itu berasal dari kamera tersembunyi yang ditempatkan di rumah-rumah orang tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Ternyata anak laki-laki yang meminta tolong kepadanya ada dalam acara TV itu dan disekap dan disiksa oleh kedua orang tuanya. Gambir pun curiga akan keterkaitan istrinya dengan bocah yang meminta tolong itu setelah dia mendengar suara percakapan istrinya dengan seseorang dari balik kamar mandi.
Hingga suatu hari disaat dia menggelar pameran karyanya, dia mendengar percakapan para tamunya seputar acara TV ilegal yang juga dia saksikan. Gambir pun bergegas menuju Herosase untuk mencari petunjuk untuk menyelamatkan anak kecil tersebut. Sialnya, Gambir justru menyaksikan adegan adak kecil tersebut membunuh kedua orang tuanya ketika sedang tidur di kamar dengan cara menyembelih leher keduanya kemudian menggorok lehernya sendiri hingga mati. Disaat itulah Gambir melihat menu acara TV yang disajikan dan melihat nama Talyda Sasongko, istrinya sendiri ikut dalam acara tersebut. Dia melihat kenyataan bahwa selama ini Talyda bersama Ibunya mengatur hidupnya. Ibunya menyuruh Talyda tidur dengan para sabahatnya sendiri dan Koh Jimmy, pemilik gallery selalu memerasnya dengan membuat patung wanita hamil yang di dalamnya ada janin.
Gambir pun menyusun suatu rencana dengan kedok makan malam di malam natal, mengundang Ibu, Koh Jimmy, para sahabatnya dan tentunya Istrinya. Pada saat mereka bersulang, tubuh Ibunya (Henidar Amroe), Koh Jimmy (Tio Pakusodewo), para sahabatnya Dandung (Ario Bayu) dan Rio(Otto Djauhari), Istrinya tidak bisa bergerak dan kaku karena racun yang dimasukan Gambir dalam wine. Mereka hanya bisa mendengar dan merasakan. Satu persatu Gambir membunuh mereka. Koh Jimmy dan para sahabatnya dibunuh dengan cara digorok lehernya, ibunya sendiri dibunuh dengan cara wajahnya dibenamkan dalam soup sedangkan istrinya ditembak di kepala. Jadilah di ruang makan kondisinya penuh darah dan mayat.
Akhirnya, ternyata semua itu hanya khayalan Gambir yang mendekam di rumah sakit jiwa karena membunuh kedua orang tuanya dengan pisau ketika tidur. dan Talyda adalah wartawan yang penasaran sama Gambir dan para sahabatnya adalah para pegawai di rumah sakit jiwa tersebut. Dan apada akhirnya Fahrie jadi sembuh dan ada adegan pengakuan dosa ala kristen di gereja dan Gambir jadi Romo-nya membahas dosa tidak kalau memebunuh orang tuanya.
Tak jauh beda dengan film KALA, dalam film yang diadaptasi dari nover thriller laris karya Sekar Ayu, Joko Anwar tetap menyuguhkan film yang menegangkan dan penuh dengan teka-teki yang harus dipecahkan, dan tentunya mengundang penasaran yang mendalam. Setiap adegan selalu mengundang teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan yang bikin penasaran. Sangat sulit untuk kita tebak bagaimana jawaban dari semua teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan itu. Dan ternyata endingnya pun jauh dari apa yang saya pikirkan. Sungguh luar biasa. Jempol sepuluh buat Joko Anwar. Tapi dalam film ini Joko mengambil setting yang berbeda dari film-filmnya sebelumnya, setting klasik alias retro jadi pilihan Joko karena memang dia menyukai hal yang berbau art.
Terus terang, saya puas banget setelah nonton film ini. Karena kangen saya terobati setelah menunggu lama Joko Anwar kembali menghasilkan film berbobot setara dengan Film KALA. Dan tentunya film ini sangat saya rekomendasikan untuk anda tonton.
Pesan saya, jangan membawa anak kecil untuk menikmati film ini, karena banyak sekali adegan pembantaian atau pembunuhan yang sadis. Seperti anak kecil yang membunuh kedua orang tuanya dengan sebilah pisau, begitu juga saat Gambir membunuh ibunya, para sahabatnya, koh Jimmy serta istrinya. Sungguh sangat sadis cara Gambir membunuh orang-orang tersebut. Begitu juga saat adegan siksaan yang dilakukan kedua orang tua anak kecil tersebut, sungguh tidak baik untuk disaksikan anak kecil.
Pemain : Fachri Albar, Marsha Timothy, Ariyo Bayu, Otto Djauhari, Tio Pakusadewo, Henidar Amroe
Sutradara : Joko Anwar
Penulis : Joko Anwar
Jenis Film : Thriller
Produser : Sheila Timothy
Produksi : Lifelike Pictures
Gambar diambil di web resmi: http://www.pintuterlarang.com/
Tak jauh beda dengan film KALA, dalam film yang diadaptasi dari nover thriller laris karya Sekar Ayu, Joko Anwar tetap menyuguhkan film yang menegangkan dan penuh dengan teka-teki yang harus dipecahkan, dan tentunya mengundang penasaran yang mendalam. Setiap adegan selalu mengundang teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan yang bikin penasaran. Sangat sulit untuk kita tebak bagaimana jawaban dari semua teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan itu. Dan ternyata endingnya pun jauh dari apa yang saya pikirkan. Sungguh luar biasa. Jempol sepuluh buat Joko Anwar. Tapi dalam film ini Joko mengambil setting yang berbeda dari film-filmnya sebelumnya, setting klasik alias retro jadi pilihan Joko karena memang dia menyukai hal yang berbau art.
Terus terang, saya puas banget setelah nonton film ini. Karena kangen saya terobati setelah menunggu lama Joko Anwar kembali menghasilkan film berbobot setara dengan Film KALA. Dan tentunya film ini sangat saya rekomendasikan untuk anda tonton.
Pesan saya, jangan membawa anak kecil untuk menikmati film ini, karena banyak sekali adegan pembantaian atau pembunuhan yang sadis. Seperti anak kecil yang membunuh kedua orang tuanya dengan sebilah pisau, begitu juga saat Gambir membunuh ibunya, para sahabatnya, koh Jimmy serta istrinya. Sungguh sangat sadis cara Gambir membunuh orang-orang tersebut. Begitu juga saat adegan siksaan yang dilakukan kedua orang tua anak kecil tersebut, sungguh tidak baik untuk disaksikan anak kecil.
Pemain : Fachri Albar, Marsha Timothy, Ariyo Bayu, Otto Djauhari, Tio Pakusadewo, Henidar Amroe
Sutradara : Joko Anwar
Penulis : Joko Anwar
Jenis Film : Thriller
Produser : Sheila Timothy
Produksi : Lifelike Pictures
Gambar diambil di web resmi: http://www.pintuterlarang.com/







