Showing posts with label film thriller. Show all posts
Showing posts with label film thriller. Show all posts

Friday, January 30, 2009

Pintu Terlarang | Wajah Lain Film Indonesia

Ini adalah film yang sangat saya tunggu-tunggu penayangannya. Mengapa demikian? Ya.. karena saya sangat penasaran melihat kembali hasil karya dari Joko Anwar. Saya mulai kesem-sem dengan hasil karya Joko Anwar setelah melihat karya apiknya KALA. Film favorit saya sebelumnya. Walaupun film-film Joko Anwar bukan film yang laris atau selalu penuh penonotonnya. Tapi film Joko Anwar yang Pintu Terlarang salah satunya, adalah film mahal yang hanya disukai oleh penikmat film yang benar-benar mengerti arti sebuah film. Dan tentunya hanya penikmat film kelas atas yang bisa menilai film bagus seperti Pintu Terlarang ini. Karena jangankan menilai, untuk mengerti jalan ceritanya saja sulit bagi penikmat film setan atau komedi sensual yang banyak tayang di bioskop-bioskop negeri ini.

Sekarang simak deh ceritanya…
Cerita berawal Talyda (Marsya Timothy) pacar dari Gambir (Fachri Albar) yang hamil kemudian menggugurkan kandungannya. Janin tersebut dibawa pulang dan dimasukan ke dalam perut patung wanita hamil buatan Gambir. Kejadian itu terus menerus hingga mereka menikah dan Gambir tidak kuat lagi. Ibunya menyangka Gambir impoten karena Talyda tidak kunjung hamil, padahal sebenarnya Talyda selalu menggugurkan kandungannya karena memang dia tidak ingin mempunyai anak. Suatu pagi Gambir mendapati banyak pesan “Tolong Saya” dari seorang anak kecil laki-laki. Dia mencari tau siapa anak laki-laki yang meminta tolong kepadanya. Dan pada kenyataannya dia menemukan sebuah tempat HEROSASE yang memungkinkan membernya bisa menonton acara TV ilegal yang sadis, acara itu berasal dari kamera tersembunyi yang ditempatkan di rumah-rumah orang tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Ternyata anak laki-laki yang meminta tolong kepadanya ada dalam acara TV itu dan disekap dan disiksa oleh kedua orang tuanya. Gambir pun curiga akan keterkaitan istrinya dengan bocah yang meminta tolong itu setelah dia mendengar suara percakapan istrinya dengan seseorang dari balik kamar mandi.

Hingga suatu hari disaat dia menggelar pameran karyanya, dia mendengar percakapan para tamunya seputar acara TV ilegal yang juga dia saksikan. Gambir pun bergegas menuju Herosase untuk mencari petunjuk untuk menyelamatkan anak kecil tersebut. Sialnya, Gambir justru menyaksikan adegan adak kecil tersebut membunuh kedua orang tuanya ketika sedang tidur di kamar dengan cara menyembelih leher keduanya kemudian menggorok lehernya sendiri hingga mati. Disaat itulah Gambir melihat menu acara TV yang disajikan dan melihat nama Talyda Sasongko, istrinya sendiri ikut dalam acara tersebut. Dia melihat kenyataan bahwa selama ini Talyda bersama Ibunya mengatur hidupnya. Ibunya menyuruh Talyda tidur dengan para sabahatnya sendiri dan Koh Jimmy, pemilik gallery selalu memerasnya dengan membuat patung wanita hamil yang di dalamnya ada janin.

Gambir pun menyusun suatu rencana dengan kedok makan malam di malam natal, mengundang Ibu, Koh Jimmy, para sahabatnya dan tentunya Istrinya. Pada saat mereka bersulang, tubuh Ibunya (Henidar Amroe), Koh Jimmy (Tio Pakusodewo), para sahabatnya Dandung (Ario Bayu) dan Rio(Otto Djauhari), Istrinya tidak bisa bergerak dan kaku karena racun yang dimasukan Gambir dalam wine. Mereka hanya bisa mendengar dan merasakan. Satu persatu Gambir membunuh mereka. Koh Jimmy dan para sahabatnya dibunuh dengan cara digorok lehernya, ibunya sendiri dibunuh dengan cara wajahnya dibenamkan dalam soup sedangkan istrinya ditembak di kepala. Jadilah di ruang makan kondisinya penuh darah dan mayat.

Akhirnya, ternyata semua itu hanya khayalan Gambir yang mendekam di rumah sakit jiwa karena membunuh kedua orang tuanya dengan pisau ketika tidur. dan Talyda adalah wartawan yang penasaran sama Gambir dan para sahabatnya adalah para pegawai di rumah sakit jiwa tersebut. Dan apada akhirnya Fahrie jadi sembuh dan ada adegan pengakuan dosa ala kristen di gereja dan Gambir jadi Romo-nya membahas dosa tidak kalau memebunuh orang tuanya.

Tak jauh beda dengan film KALA, dalam film yang diadaptasi dari nover thriller laris karya Sekar Ayu, Joko Anwar tetap menyuguhkan film yang menegangkan dan penuh dengan teka-teki yang harus dipecahkan, dan tentunya mengundang penasaran yang mendalam. Setiap adegan selalu mengundang teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan yang bikin penasaran. Sangat sulit untuk kita tebak bagaimana jawaban dari semua teka-teki dan pertanyaan-pertanyaan itu. Dan ternyata endingnya pun jauh dari apa yang saya pikirkan. Sungguh luar biasa. Jempol sepuluh buat Joko Anwar. Tapi dalam film ini Joko mengambil setting yang berbeda dari film-filmnya sebelumnya, setting klasik alias retro jadi pilihan Joko karena memang dia menyukai hal yang berbau art.

Terus terang, saya puas banget setelah nonton film ini. Karena kangen saya terobati setelah menunggu lama Joko Anwar kembali menghasilkan film berbobot setara dengan Film KALA. Dan tentunya film ini sangat saya rekomendasikan untuk anda tonton.

Pesan saya, jangan membawa anak kecil untuk menikmati film ini, karena banyak sekali adegan pembantaian atau pembunuhan yang sadis. Seperti anak kecil yang membunuh kedua orang tuanya dengan sebilah pisau, begitu juga saat Gambir membunuh ibunya, para sahabatnya, koh Jimmy serta istrinya. Sungguh sangat sadis cara Gambir membunuh orang-orang tersebut. Begitu juga saat adegan siksaan yang dilakukan kedua orang tua anak kecil tersebut, sungguh tidak baik untuk disaksikan anak kecil.

Pemain : Fachri Albar, Marsha Timothy, Ariyo Bayu, Otto Djauhari, Tio Pakusadewo, Henidar Amroe
Sutradara : Joko Anwar
Penulis : Joko Anwar
Jenis Film : Thriller
Produser : Sheila Timothy
Produksi : Lifelike Pictures
Gambar diambil di web resmi: http://www.pintuterlarang.com/

Sunday, January 11, 2009

I Know Who Killed Me | Sajikan Strip Dance Ala Lindsay Lohan

Genre: Thriller
Pemain : Lindsay Lohan, Julia Ormond, Neal Mc Donoug, Brian Geraghty
Sutradara : Chris Sivertson
Penulis : Jeff Hammond

I Know Who Killed Me. Selain karena yang main Lindsay Lohan saya juga penasaran karena memang tertarik karena judulnya. Karena memang saya suka film yang mengundang penasaran. Karena melihat judul yang tentang pengungkapan siapa
seorang pembunuh, saya berfikir isi film ini adalah film detektif. Eh... ternyata bukan, film ini tak jauh beda dengan film horor atau film thriller lainnya.

Cerita berawal dari terjadinya pembunuhan berantai yang dengan korban para gadis di sebuah kota kecil, New Salem. Dan akhirnya sampai pada korban seorang gadis pianis dan penulis terkenal Aubrey Fleming di kota kecil tersebut. Keadaan mulai gempar karena korban yang sudah hilang muncul kembali ditemukan di dalam keadaan pingsan tak berdaya di pinggir hutan. Tapi dia mengaku bukan Aubrey Fleming, walaupun wajah dan rupa persis, melainkan dia mengaku Dakota Moss yang sangat berbanding balik dengan Aubrey.

Dan kejadian-kejadian membingungkan keluarga mulai muncul, karena tingkah Dakota Moss yang dianggap keluarga Aubrey, itu sangat berbeda dengan anaknya. Dakota meminum-minuman keras, melakukan hubungan badan dengan pacarnya, serta tingkah laku aneh lainnya, yang sama sekali tidak pernah dilakukan Aubrey.

Adegan paling menegangkan: pencarian Aubrey

Setelah mencari informasi tentang pembunuhan berdarah misterius, dan meneliti tentang Aubrey, akhirnya Dakota menyadari kalo ternyata Aubrey adalah saudara kembar identiknya. Tapi sayang ibu Aubrey tidak tahu hal itu karena Daniel (ayah Aubrey) merahasiakannya. Sampai pada akhirnya Dakota menyadari kalau saudara kembarnya masih hidup dah butuh pertolongannya. Dan ketegangan-ketegangan mucul pada saat pencarian Aubrey dan perlawanan terhadap pembunuh berantai misterius tersebut.

Film ini berakhir dengan happy ending karena keduanya bertemu dan selamat dari sang sadis pembunuh tersebut.

Bintang 2 cukup untuk film ini. Karena saya melihat di film ini tidak begitu istimewa, selain memunculkan Lindsay Lohan sebagai pemeran utama. Memang saya melihat akting Lohan untuk memerankan tokoh ganda dan berlawanan sangat berhasil. Selain itu tidak ada yang istimewa begitu juga dengan ceritanya yang datar-datar saja, kurang berhasil mengajak penonton emosi.

Adegan favorit: Strip Dance ala Lindsay Lohan

Tapi ada satu nilai plus dalam film ini, adegan strip dance yang diperankan Lohan sangat apik dan indah. Sepertinya Lohan sangat menikmati adegan tersebut. Hehehe...
PENGUMUMAN!!! Kunjungi juga ya blog saya yang baru di http://rusabawean.com